Urgensi Mempelajari al-Quran Bagi Kaum Muslimin

Al Qur’an adalah senjata sakti andalan Rasulullah saw. yang diturunkan pertama kali oleh Allah SWT pada bulan Ramadlan yang penuh berkah (lihat QS. Al Baqarah 185), tepatnya pada malam kemuliaan, lailatul qadar (lihat QS. Al Qadar 1).

Kitab Al Qur’an ini adalah kitab yang paling memberikan pengaruh kepada kehidupan umat manusia selama lima belas abad terakhir ini. Seorang orientalis, H.R. Gibb mengatakan: “Tidak ada seorang pun dalam seribu lima ratus tahun terakhir telah memainkan alat bernada nyaring yang demikian mampu dan berani, dan demikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya, seperti yang dibaca Muhammad (al-qur’an)”

Bagaimana hal itu terjadi? Jawabannya: lebih dari tiga belas abad Al Qur’an menjadi pedoman negara terbesar di dunia, Khilafah Islamiyyah, sejak masa Khulafaur Rasyidin pada abad ke tujuh hingga runtuhnya Khilafah pada tahun 1924, dalam mengatur kehidupan umat manusia. Sebagai negara yang paling berpengaruh di dunia, negara Khilafah Islamiyyah sangat mempengaruhi trend kehidupan masyarakat dunia. Barulah khilafah berangsur melemah pengaruhnya setelah mengalami stagnasi, khususnya setelah masuk dalam cikal bakal Liga Bangsa-bangsa pada tahun 1856 dan menanggalkan politik luar negeri Islamnya, yakni dakwah dan jihad fi sabilillah. Dan setelah runtuhnya khilafah Islamiyyah, hilang pula pengaruhnya. Akibatnya, Al Qur’an pun tinggal menjadi bacaan ibadah atau nyanyian merdu yang dilagukan dalam kesempatan-kesempatan tertentu. Meski demikian hingga hari ini, alhamdulillah Al Qur’an masih dibaca dan dipelajari.

Apa urgensi mempelajari Al Qur’an?

Urgensi Mempelajari Al Qur’an untuk ibadah

Al Qur’an adalah kitabullah yang membacanya dinilai ibadah.

Nabi Muhammad saw. diriwayatkan pernah bersabda:

“Bukanlah kukatakan alif-lam-mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf. Masing-masing huruf diberi pahala sepuluh kebajikan”.(Al Hadits )

Tidak seperti bacaan lain, membaca al-qur’an, baik mengerti atau tidak artinya, dinilai sebagai ibadah di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah, kaum muslimin selayaknya setiap hari selalu membaca al-qur’an. Allah SWT berfirman:

“…Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-qur’an…” (QS. Al Muzammil 20).

Bahkan al-Qur’an satu-satunya kitab yang diperintahkan untuk dibaca secara tartil, perlahan-lahan dan berirama. Allah SWT berfirman:

“Dan bacalah al-qur’an itu dengan tartil “ (QS. Al Muzammil 4).

Mempelajari dan memahami al-Qur’an serta mengajarkannya adalah ibadah yang sangat tinggi nilainya. Rasulullah saw bersabda:

“Yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-qur’an.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Ashabus Sunan).

Berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari tafsir-tafsir serta hukum-hukum al-Qur’an sangat dianjurkan, terutama pada bulan Ramadhan. Rasulullah saw bersabda:

“Dan tiada berkumpul suatu kaum di dalam suatu rumah Allah mereka membaca Kitab dan mempelajarinya bersama-sama (tadaarus) melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah di hadapan hamba-hambaNya yang ada di sisiNya.” (HR Muslim).

Adapun yang memelihara hafalan al-qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan akan mendapatkan kedudukan mulia di surga sesuai dengan tingkat hafalan dan amalannya. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Dikatakan kepada pengemban al-qur’an, ‘Bacalah dan naiklah. Dan bacalah secara tartil seba- gaimana membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) berada di tingkat akhir dari bacaanmu’ .(HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah,Ibnu Hibban dan Tirmidzi).

Urgensi Mempelajari Al Qur’an sebagai pedoman hidup

Allah secara tegas menyebut bahwa tujuan diturunkannya Al Qur’an adalah sebagai petunjuk bagi kehidupan seluruh umat manusia. Dia berfirman:

“Bulan Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” (QS. Al Baqarah 185).

Sebagai petunjuk hidup Al Qur’an memang menjelaskan segala sesuatu. Allah menyatakan:

“Dan Kami turunkan kepadamu Kitab Al Qur’an untuk menjelaskan segala sesuatu (tibyanan likulli syai’) dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi kaum muslimin”.(QS. An Nahl 89).

Sebagai gambaran, berikut ini kami suguhkan paparan Al Qur’an berkaitan dengan aspek-aspek kehidupan.

1. Aspek aqidah/iman;

yakni berkaitan dengan pandangan hidup yang mesti dimiliki manusia tentang dunia dan akhirat.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk 2).

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. al-Qashash 77).

2. Aspek ibadah;

seperti shalat, shaum, zakat, hajji, doa, dll.

“Dan dirikanlah shalat sesungguhnya shalat itu mencegah (pelakunya) dari (perbuatan-perbuatan) yang keji dan mungkar” (QS. Al Ankabut 45).

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka,” (QS. At Taubah 103)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah 183)

3. Aspek akhlaq,

seperti adil, bersikap baik, lemah lembut, tidak sombong, dll.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan…” (QS. An Nahl 90)

“Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik” (QS. Al Furqan 63).

4. Aspek makanan dan pakaian,

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu” (QS. Al Maidah 88).

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan” (QS. Al A’raf 26)

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-orang mumin:’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’ ” (QS. Al Ahzab 59).

5. Aspek ekonomi,

“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al Baqarah 275).

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah…” (QS. Al Baqarah 276).

“…supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…” (QS. Al Hasyr 7).

6. Aspek kemasyarakatan,

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dan daripadanyaAllah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak…” (QS. An Nisa 1).

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal” (QS. Al Hujurat 13).

7. Aspek politik dan pemerintahan,

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allahdan hari kemudian” (QS. An Nisa 59).

8. Aspek militer,

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu,” (QS. Al Anfal 60)

9. Aspek pendidikan/ilmu pengetahuan.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Mujaadilah 11),

“Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? ‘Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima penjelasan” (QS. Az Zumar 9).

10. Aspek penegakkan hukum,

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya” (QS. Al Maidah 38).

Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa (QS. Al Baqarah 179).

Khatimah

Dengan sangat jelasnya paparan ayat-ayat Al Qur’an dan kemenyeluruhan cakupannya, Al Qur’an benar-benar mampu memecahkan segala persoalan kehidupan manusia dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

Nash-nash syara’ inilah yang telah mendorong para sahabat gemar menyibukkan diri dalam membaca, mempelajari, menghafalkan, dan mengamalkan al-Qur’an. Isi dan irama al- Qur’an telah membekas dalam jiwa dan pikiran mereka. Mereka adalah generasi pengemban al- Qur’an yang telah merealisasikan isi kandungannya dalam kehidupan serta menyebarkan dan mengajarkannya kepada seluruh umat manusia.

Jika kaum muslimin hari ini ingin memimpin dunia maka mereka harus menempatkan al-Qur’an pada kedudukan yang sebenarnya. Untuk itu mereka harus benar-benar mempelajari dan memahami Al Qur’an sebagaimana adanya, bukan ditakwil-takwilkan, bukan disimpang-simpangkan. Persoalannya, siapa yang mau mempelajari Al Qur’an? Perhatikan firman Allah:

ٍDan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al Qamar 17).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: