Kobarkan Jihad Melawan Agresor Israel !

Begitu jahat dan keji bangsa Yahudi Israel! Itulah yang dapat kita simpulkan dari laporan kamera dua wartawan TV Perancis yang mengabadikan bagaimana tentara Israel membantai Jamal Aldura dan anaknya Mohammed (12) saat terjadi bentrok di Jalur Gaza (30/9). Meskipun Jamal yang tak bersenjata dan sedang melindungi anaknya yang ketakutan itu berteriak agar jangan ditembak, toh para penjahat keji Israel itu dengan kejam –tanpa punya rasa perikemanusiaan– tetap memberondongnya hingga anak kecil itu tewas dan ayahnya terluka hingga pingsan (lihat Republika, 4/10/00).

Sekalipun demikian, PBB yang katanya sangat menjunjung tinggi HAM –sebagaimana ribut mereka selama ini terhadap militer Indonesia di Timtim– ternyata tidak berani mengeluarkan resolusi yang mengutuk tindakan negara agresor dan para teroris Yahudi Israel itu. Dewan Keamanan (DK) PBB gagal memutuskan untuk mengeluarkan resolusi yang mengutuk tindakan biadab tentara teroris Yahudi Israel itu. Pasalnya, AS –pelindung utama Zionis– yang punya hak veto memandang terlu keras jika mencantumkan kata Israel dalam resolusi yang mengecam tindakan yang menyebabkan 56 orang tewas dan 1000 orang luka-luka itu. Menurut versi Washington resolusi itu harus menghilangkan kata Israel sehingga cukup berbunyi: “Dewan Keamanan mengutuk aksi provokasi, tindakan kekerasan, serta pengerahan militer besar-besaran terhadap warga sipil Palestina pada beberapa hari yang lalu”. Sungguh tidak rasional dan sangat menggelikan tindakan hipokrit AS mengaku sebagai polisi dunia itu. Ada provokasi, ada kekerasan, ada pengerahan militer besar-besaran, tapi tak ada pihak pelaku atau yang bertanggung jawab? Tapi itulah mereka.

Lebih penting dari itu, bagaimana sikap kaum muslimin yang benar menurut pandangan Islam menghadapi serangan pihak agresor Yahudi Israel itu? Tulisan ini akan mengupasnya untuk memberikan kesadaran kaum muslimin terhadap musuh Islam dan kaum muslimin ini, khususnya dalam kasus Palestina.

Akar Masalah Palestina

Keganasan tentara teroris Israel pada tragedi 30 September 2000 yang dipicu oleh kedatangan mantan Menteri Pertahanan Ariel Sharon ke tempat suci ketiga kaum muslimin, yaitu Masjidil Aqsha yang ada di Baitul Maqdis (Yerusalem) kemarin itu bukanlah yang pertama kali. Pada bulan September empat tahun yang lalu tentara Israel menewaskan 71 orang Palestina yang memprotes penggalian terowongan di bawah Masjidil Aqsha. Pada Ramadlan 1994, si Yahudi Baruch Goldstein memberondong jamaah sholat subuh di Masjid Ibrahim di Hebron dan menewaskan 29 orang. Dan pada Oktober 1990 tentara Israel membantai 18 orang yang sholat di Masjidil Aqsha dan melukai 150 orang lainnya.

Dan itu sebenarnya beberapa bagian dari bagian panjang pembunuhan, pemerkosaan, pengusiran, perampokan, dan berbagai kebiadaban yang dilakukan oleh Yahudi Israel sejak tahun 1920-an. Tokoh-tokoh nasional Israel di masa mudanya adalah gangster dan gembong teroris yang selalu menteror warga sipil Palestina setelah hilangnya pelindung kaum muslimin sedunia, Khilafah Islamiyyah. Tatkala Inggris menduduki tanah Palestinalah, puluhan hingga ratusan ribu orang Israrel dari berbagai penjuru dunia didatangkan ke tanah Israel yang mereka impikan sejak konggres Zionisme Internasional di Basel, Swiss, pada tahun 1897.

Sejak konggres Zionis itulah mereka melakukan berbagai konspirasi untuk bisa mendapatkan tanah Palestina. Atas jasa Kaisar Wilhelm dari Jerman dan dubes Jerman di Istambul, pendiri Zionis, Dr. Theodore Hertzel bisa menemui Sultan Abdul Hamid II, Khalifah yang berkuasa atas tanah Palestina dan tanah Islam lainnya. Hertzel meminta kepada Sultan Abdul Hamid agar orang-orang Yahudi diperbolehkan berhijrah (migrasi) ke Baitul Maqdis (Larangan menginap di Baitul Maqdis bagi Yahudi diputuskan oleh Khalifah Umar bin al Khaththab tatakala dalam Perjanjian Umar atau Ihdat Umariyah). Sultan Abdul Hamid pun tidak menggubris permintaan pimpinan Zionis Yahudi itu. Beliau mengatakan: “Tanah itu bukan milikku, tapi milik umatku”. Lalu beliau mengeluarkan keputusan tentang larangan bermigrasi bagi Yahudi ke Palestina (lihat Iyyad Hilal, Al Qadliyyah al Falesthiniyyah hal 14).

Sejak itulah negara-negara kolonialis Barat bersama gerakan Yahudi membuat makar untuk menghancurkan negara khilafah Islamiyyah. Negara-negara kolonialis Barat berkepentingan menjatuhkan Khilafah yang sangat mereka takuti dan telah menjadi adidaya dunia sepanjang 5 abad. Yahudi berkepentingan mewujudkan impiannya untuk membangun negara di tanah Palestina itu dan membangun kuil Sulaiman di atas reruntuhan Masjidil Aqsha. Dua kepentingan bertemu menjadi gerakan makar untuk meruntuhkan Khilafah Islamiyah. Pada tahun 1908 mereka mengkudeta Sultan Abdul Hamid II melalui Gerakan Turki Muda yang telah mereka cekoki dengan ide-ide nasionalisme. Setelah itu mereka dorong Turki Muda untuk melakukan diskriminasi terhadap warga negara Khilafah Utsmaniyyah non Turki, khususnya Arab. Hal ini sangat nyata pada dinas ketentaraan. Jelas ini provokasi terhadap orang-orang Arab. Sementara kolonialis Barat memprovokasi orang-orang Arab agar memberontak kepada negara Khilafah Utsmaniyyah yang mereka sifati sebagai negara Turki dan kepemimpinannya sebagai khalifah tidak sah karena merampas hak bangsa Quraisy. Muncullah pemberontakan Arab yang dipimpin Gubernur Makkah yang bernama Syarif Husain. Syarif Husain dibantu oleh tentara Inggris. Ini dilanjutkan dengan perang Dunia Pertama dimana akhirnya Inggris dan Perancis berhasil mengalahkan Khilafah Turki Utsmani dan menguasai daerah-daerah kaum muslimin yang bernaung di bawah kekuasaan Khilafah Utsmaniyah, yaitu Syam, Irak, dan Jazirah Arab. (Iyyad Hilal, idem, hal 15).

Yang menarik, setelah tentara Inggris menyerbu Palestina dan tentara Perancis menyerbu Syam, Jenderal Inggris Allenby mengeluarkan pernyataan di Palestina: “Perang Salib telah selesai!”. Sedangkan Jendral Perancis setelah menginjak-injak kuburan Shalahuddin Al Ayyubi, ia mengeluarkan tantangan: “Bangunlah Hai Shalahuddin! Inilah kami datang kembali untuk kedua kalinya!”. Setelah itu terjadilah Perjanjian Balfour dan diikuti dengan pembubaran Khilafah Islamiyyah oleh Inggris dengan menggunakan tangan agennya seorang Jendral Yahudi yang pura-pura masuk Islam (Yahudi Dunama) Musthafa Kamal yang mengubah sistem Khilafah menjadi sistem Republik Turki sekuler. Dan tanah Palestina yang dikuasai Inggris pun menjadi lahan subur bagi penyemaian bangsa dan negara Yahudi sehingga mereka dapat mewujudkan impian mereka pada tahun 1948 tatkala David Ben Gurion mengumumkan berdirinya negara Israel di tanah rampasan yang bernama Palestina.

Dengan demikian jelaslah bahwa masalah Palestina bukanlah masalah bangsa Plaestina semata. Masalah kaum muslimin seluruh dunia. Sebab, masalah Palestina yakni masalah pengusiran jutaaan warga muslim di tanah Palestina yang dilakukan oleh bangsa Yahudi Israel dengan bantuan negara kolonialis Inggris bersama para anteknya itu terkait dengan konspirasi peruntuhan Daulah Khilafah Islamiyyah. Dan berkaitan dengan ucapan dua Jenderal Inggris dan Perancis di atas dapat kita mengerti bahwa masalah Palestina ini adalah masalah yang sangat dalam akarnya, yakni perseteruan antara dua peradaban: peradaban Islam versus peradaban Barat! Dan bahwasanya penciptaan masalah Palestina adalah sebuah rekayasa Barat untuk memukul peradaban Islam, menyibukkan kaum muslimin dengan masalah Palestina (masalah terpanjang di dunia) dan menyibukkan kaum muslimin untuk bertarung dengan Yahudi sehingga mengalihkan kaum muslimin dari pertarungan yang sharusnya mereka lakukan antara kaum muslimin dengan negara-negara besar yang telah merekayasa berdirinya Israel itu.

Dan negara kolonialis Barat kadang menggunakan Nasrani kadang menggunakan Yahudi untuk memerangi kaum muslimin, baik perang fisik, perang pemikiran, maupun perang kebudayaan. Intinya mereka akan selalu memerangi kaum muslimin hingga mereka murtad dari agamanya, keluar dari Islam. Allah SWT memperingatkan hal ini sebagaimana firman-Nya:

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran) seandainya mereka sanggup”. (QS. Al Baqarah 217).

Penyelesaian Tuntas?

Bagaimana sebenarnya menuntaskan masalah lama ini? Sebenarnya tidak sulit. Pertama, harus memahami realitas bahwa negara Yahudi Israel yang tegak di atas tanah rampasan milik kaum muslimin di Palestina adalah negara yang didirikan oleh Inggris dan selanjutnya diadopsi oleh AS. Oleh karena itu, dalam hal ini antara Israel dengan AS adalah setali tiga uang. Dan percekcokan antara Ariel Sharon yang dianggap biang keladi kerusuhan kemarin dengan Menlu AS Albright yang dituduh oleh Sharon bahwa ucapannya justru memprovokasi rakyat palestina (Republika, idem) adalah pertengkaran sesama saudara kandung. Dengan demikian, cara menyelesaikan masalah Palestina jelas beresiko akan berhadapan dengan AS. Dan itu tampak jelas dengan hipokritisme AS yang menolak mengutuk Israel.

Kedua, harus mejadi kesadaran umum bagi kaum muslimin bahwa satu-satunya penyelesaian masalah Palestina adalah membebaskan kembali seluruh tanah Palestina dari kekuasaan Yahudi Israel dan kekuatan asing manapun dan mengembalikannya kepada pemiliknya yang sah, yakni umat Islam sedunia. Bukan malah menyerahkan untuk selamanya (sebagaimana yang dilakukan Arafat di Washington) kepada Yahudi Israel atau diinternasionalisasikan dalam pengertian di bawah pengawasan PBB mengingat PBB adalah di bawah telapak kaki AS dan pengertian internasional di masa kini berarti dominasi faham kekufuran.

Ketiga, jalan satu-satunya untuk membebaskan tanah Palestina dari cengkeraman Israel dan kekuatan asing manapun adalah dengan melakukan jihad fi sabilillah sebagaimana yang dilakukan oleh Shalahuddin Al Ayyubi ketika mengusir Pasukan Salib yang merupakan pasukan gabungan negara-negara Nasrani Eropa yang dipimpin oleh Raja Inggris, Richard Lion Heart.

Keempat, untuk melakukan jihad secara fisik, umat Islam perlu dikobarkan semangatnya agar merelakan dirinya untuk berjuang demi satu di antara dua kebaikan: kemenangan (pembebasan) atau mati syahid!. Kita ikut gembira mendengar bahwa Syaikhul Azhar Muhammad Sayid Tanthowi memfatwakan jihad untuk menghadapi agresi Israel. Juga pemimpin spiritual Iran Muhammad Ali Khameini mengeluarkan pernyataan bahwa satu-satunya solusi melanjutkan jihad untuk melawan musuh Islam. Pemerintah Irak pun juga mengeluarkan pernyataan ‘jihad’ untuk melawan negara Israel. Negara Saddam Hussein ini menyerukan seluruh negara Arab untuk memobilisasi dukungan terhadap Palestina (lihat Republika, 3/10/00). Kalau pernyataan dan dukungan para tokoh dan pemimpin negara Arab itu bisa menggerakkan para prajurit dan pemuda Islam di negara-negara Arab tentu akan terjadi perang besar di Palestina, yakni jihad melawan Yahudi Israel.

Khatimah

Sudah saatnya kini nyanyian jihad dikumandangkan oleh kaum muslimin di manapun karena hak Islam dan kaum muslimin dilanggar.

Sekalipun khilafah Islamiyah belum berdiri dan daulah Islamiyah belum tegak, jihad tetap wajib hukumnya bagi kaum muslimin untuk dilakukan. Wajib ain bagi yang diserang langsung, seperti di Palestina sekarang atau di Maluku, di Philipina, di Turkestan (Xinjiyang, China), di Bosnia, Kosova, dan Chechnya. Bagi kaum muslimin yang lain hukumnya adalah fardlu kifayah. Mengingat kondisi hari ini kaum muslimin terkotak-kota dalam berbagai negara, maka wajiblah para pemimpin dan panglima angkatan bersenjata negeri-negeri Islam untuk memobilisasi tentara kaum muslimin untuk dikirim ke daerah-daerah di mana kaum muslimin dizhalimi dan membebaskan mereka dari segala dominasi orang kafir. Jika ada pemimpin kaum muslimin yang mengobarkan jihad terhadap negara Yahudi Israel atau negara kafir lainnya, wajib bagi kaum muslimin menyambut seruannya. Rasulullah saw. bersabda:

“Jihad harus dilakukan, bersama pemimpin yang baik maupun yang fajir (buruk)”.

“Jihad terus berlangsung hingga hari kiamat”.

Allahu Akbar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: