Konspirasi Kafir Barat Menyerang Ummat Islam

Konflik yang hingga kini masih berlangsung di Maluku dan sekitarnya sejatinya adalah konflik antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir yang didukung oleh negara-negara kafir Barat terutama AS, Australia dan Belanda. Posisi kaum kafir di daerah itu yang sudah sangat terdesak –meskipun merekalah pemicu konflik pertama kali– mendorong mereka untuk menginternasionalisasikan konflik dalam negeri itu. Sedemikian rupa kekhawatiran mereka sampai-sampai dubes AS untuk Indonesia, Robert Gelbard, dengan arogan memberikan statemen dalam wawancaranya dengan harian The Washington Times seperti dikutip Antara dari New York, Jum’at (1/9): “Kami sangat prihatin mengenai peluang yang ada di Indonesia sekarang ini yang menjadi masyarakat terbuka bagi kelompok ekstrim, termasuk kelompok ekstrim dari luar negeri, untuk mencari lubang dan menanamkan akarnya di Indonesia. Kami percaya (masuknya teroris asing) itu telah mulai.” Katanya (Sinar Pagi,02/09/2000)

Gelbard yang dekat dengan Menlu AS Madeline Allbright dan Dubes AS di PBB Richard Holbrooke (dua-duanya orang Yahudi) mengatakan : “Yang tidak bisa dimaafkan adalah ada orang, termasuk Menlu yang terus-menerus menabuh genderang menentang intervensi asing di Maluku, dimana tidak ada hantu intervensi disana.”

Kenapa Gelbard begitu arogan dan melampui batas tatakrama seorang diplomat hingga mengobok-obok negeri Islam Indonesia? Sejauh mana sebenarnya konspirasi AS dan negara-negara Barat kafir atas kaum muslimin di Indonesia. Dan bagaimana sikap kita sebagai kaum muslimin- menghadapi makar dan serangan-serangan mereka ? Tulisan ini mengulasnya untuk memberikan wawasan politik Islam bagi kaum muslimin yang selama ini justru haknya telah diinjak-injak. bangsa kafir semacam AS.

SIAPA TERORIS SEBENARNYA?

Pernyataan Dubes AS untuk Indonesia ini, langsung mendapat reaksi keras dari Ketua Komisi I DPR-RI Yasril Ananta Baharuddin yang mendesak Departemen Luar Negeri RI agar memanggil Dubes AS di Jakarta itu, untuk meminta klarifikasi atas pernyataan-pernyataannya yang dinilai telah jauh mencampuri urusan dalam negeri Indonesia (Kota, 04/09/2000). “Sebagai wakil rakyat Indonesia, saya sedih kalau ternyata Deplu takut juga memanggil Gelbard.” Tutur anggota Fraksi Partai Golkar itu.

Mengenai sinyalemen Gelbard bahwa teroris asing sudah masuk ke Indonesia, Yasril mengatakan: “Bahwa tuan Gelbard mengatakan ada teroris asing, mungkin yang dimaksudkan adalah mereka sendiri. Ibarat menepuk air terkena muka sendiri.” Tambah Yasril (ibidem).

Tepat sekali apa yang dikatakan Yasril. Para pejabat AS seperti Gelbard sebenarnya tak lebih dari pencuri yang berteriak maling. Mereka adalah manusia-manusia hipokrit. Kasus Iran Contra yang terjadi pada tahun 80-an yang diungkap oleh Kolonel Oliver Nott menunjukkan bahwa AS justru mebiayai teroris Contra untuk menumbangkan rezim Sandinista yang terpilih secara legitimate di Nicaragua dengan cara menjual senjata ke Iran yang di masa Khomeini juga dijulukinya sebagai negara teroris! AS-lah yang menjual senjata ke Philipina untuk menimbulkan perang antara pasukan pemerintah dan tentara komunis Philipina yang mengorbankan 100 ribu manusia. Bahkan kalau mereka mempersoalkan terbunuhnya 500.000 orang kiri di Timor Timur, siapa yang memberi senjata dan melatih tentara Soeharto dan para teroris internasional di Fort Benning, Georgia? (lihat Jurnal Diamond yang dikeluarkan para mahasiswa Universitas Maryland, dan situs www.soaw.org).

Jelaslah, bahwasanya AS yang telah masuk ke banyak negeri-negeri kaum muslimin maupun negara-negara lain dengan dalih misi perdamaian atau misi pemulihan keamanan. Bukankah AS dan sekutunya telah mengeroyok Irak, dan mengisolirnya hingga ribuan penduduknya mati kelaparan dan kekurangan pangan serta obat-obatan? Lalu dimana realitas HAM yang selalu mereka gembar-gemborkan dan jajakan di negeri-negeri kaum muslimin?

KONSPIRASI KAFIR

Kospirasi negara AS dan kafir Barat lainnya di Maluku dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya kiranya menggunakan modus operandi kasus Timtim. Maluku yang mereka klaim adalah mayoritas Kristen, mereka provokasi agar bisa merdeka seperti Timtim. Sebagaimana, di Timtim mereka berada di belakang Falintil (dulu Fretilin dan menurut mantan Gubernur Lemhanas Letjen. Sayidiman Suryo Hadiprojo dalam sayangnya dalam operasi yang dipimpin Jendral Katolik Moerdani tak dihabiskan) dan OPM di Irian, mereka juga nampaknya berada di belakang RMS (Republik Maluku Selatan, yang diplesetkan menjadi Republik Maluku Sarani, Sarani = Nasrani).

Indikasi konspirasi itu terlihat dari permintaan pihak Kristen yang menghendaki campur tangan pihak asing (dalam hal ini melalui PBB yang disetir oleh AS) sangat transparan. Ketika kekuatan-kekuatan mereka di lapangan di wilayah Maluku sudah sangat terdesak dan banyak menderita kekalahan, tokoh-tokoh Kristen Malukupun seperti kebakaran jenggot beramai-ramai menyusun dukungan dari negara-negara Barat. Permintaan intervensi asing untuk urusan dalam negeri Indonesia dicetuskan oleh para pemimpin gereja Maluku, yaitu Pendeta Katholik Roma Ambon, Petrus Canissius Mandagi dan Yoseph Pattiasina. Keduanya secara langsung telah menemui Komisi inggi HAM PBB di Geneva, Swiss, pada awal Juli lalu. Pattiasina, secara khusus meminta Komisi itu ikut campur di Maluku.

Hampir bersamaan dengan itu, Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) sendiri, secara institusional menyatakan permintaan serupa. Ketua Umum PGI, Pdt Natan Setiabudi menilai, status Darurat Sipil tak membuat kondisi Maluku lebih baik (Mimbar,No.05, Tahun 01). “Karenanya kami meminta seluruh organisasi Kristen sedunia, baik Kristen maupun Katholik Roma, untuk mendesak pemerintah Indonesia dan juga PBB menjamin hak hidup umat Kristen,” katanya dalam press release tertanggal 8 Juli 2000. Bahkan lebih jauh, ia meminta keterlibatan PBB untuk mengawasi pelaksanaan status Darurat Sipil di Maluku (ibidem).

Seperti gayung bersambut, permintaan PGI itu ditindak lanjuti Dewan Gereja-gereja Dunia (World Council of Churches/WCC). Secara tegas, pertengahan Juli silam, organisasi yang menghimpun 330 gereja di 100 negara itu, meminta Komisi HAM PBB mengirim pejabatnya ke Maluku. Permintaan itu disampaikan WCC melalui Sekjennya, Konrad Raiser, langsung kepada Ketua Komisi HAM PBB, Mary Robinson.

Kenyataan ini menunjukkan bahwasanya pihak-pihak kafir dalam menghadapi kaum muslimin, dimanapun berada selalu berada pada satu barisan. Mereka akan bahu membahu saling mendukung dan mengerahkan bantuannya untuk menghadapi dan melawan kaum muslimin. Allah SWT telah menegaskan fenomena ini dalam firmanNya:

“Adapun orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain.” (QS. Al Anfaal : 73).

Namun AS sebenarnya hanya memanfaatkan orang-orang Kristen untuk kepentingan negaranya sendiri, untuk kepentingan perusahaan-perusahaan raksasa AS, dan untuk menjaga biaya tinggi bangsa Amerika yang suka berfoya-foya. Pantaslah dia menyerang Sony Keraf (sekalipun orang Katolik) yang dianggap anti AS lantaran menyerang perusahaan-perusahaan AS yang merusak lingkungan Indonesia. Ada motif penguasaan atas kekayaan di Timtim, Irian, dan Aceh, disamping motif-motif lain. Di Irja ada Freeport, di Aceh ada Mobile Oil.

AS tentu tidak ingin hobinya menyedot kekayaan orang itu terusik dengan adanya kesadaran baru bangsa Indonesia yang mayoritas muslim ini. Oleh karena itu, dia menyebut adanya teroris-teroris asing yang ingin menanamkan akarnya di Indonesia. Tentu AS tidak ingin pikiran dan semangat baru kaum muslimin untuk menuntut hak-haknya atas bumi terkaya di dunia ini yang selama era Soeharto yang ditunggangi AS itu diam tertekan!

Dan Gelbard yang pernah ditugaskan ke Yugoslavia tahun 1997 tentu sangat faham bagaimana mengacak-acak suatu negeri agar bergolak dan terpecah-belah. Jika suatu negeri telah lemah, mudahlah bagai AS untuk mengontrol dan menguasainya. Setelah jatuhnya orang terkuat di Asia, Soeharto, dan jatuhnya moral dan nama baik TNI yang sebenarnya dibesarkan oleh AS sendiri, AS kini dengan berbagai jaringan intelejennya yang telah menjalar di berbagai sektor di negeri iniberusaha terus mencengkramkan dominasinya dengan format baru. Arogansi pernyataan Gelbard, Holbrooke, dan pejabat-pejabat AS lainnya terhadap negeri ini mengindikasikan bahwa kedudukan mereka setelah huru-hara reformasi ini sudah semakin mantap.

AS dan negara-negara Baratlah telah berhasil mempropagandakan Kapitalisme, Demokratisasi, Kebebasan dsb. Sehingga sebagian kaum muslimin negeri ini ‘lepas dari kendalinya’ , serta atas nama Demokrasi, Liberalisasi dan jargon-jargon lainnya mereka beramai-ramai menyuarakan keinginannya untuk menentukan nasibnya sendiri (self of determination), meski hal itu bertentangan dengan Islam. Akibatnya banyak bagian dari negeri ini yang menuntut untuk membebaskan diri, merdeka dan terpisah dari kesatuan wilayah kaum muslimin. Sebagian lagi yang lain menuntut ‘otonomi daerah’ yang amat luas. Hal itu tampak pada kasus Aceh, Maluku, Irian Jaya, Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan mungkin akan disusul oleh daerah-daerah lain.

Sayang mereka lupa, bahwa ada kebusukan tersembunyi dibalik propaganda orang-orang kafir itu. Mereka tetaplah membenci Islam dan kaum muslimin. Apa yang dilontarkan Gelbard hanyalah sepenggal kecil permusuhan, rasa khawatir dan kebencian mereka terhadap Islam dan kekuatan kaum muslimin yang dapat mengganggu kepentingan dan kemaslahatan mereka di seluruh negeri-negeri muslim. Allah SWT berfirman :

“Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.” (QS. Ali Imran : 118)

UMAT HARUS SADAR DAN BERSATU

Adalah kewajiban kaum muslimin untuk menolong, melindungi, menjaga dan memberikan bantuannya kepada sesama saudaranya yang muslim dimanapun berada. Sekat-sekat geografis berupa perbatasan negara atau suku bangsa tidak lagi menjadi sesuatu yang menghalangi sesama muslim untuk saling membantu, menjaga dan melindungi. Bukankah Allah SWT telah mempersaudarakan kita –sesama kaum muslimin, dan bukankah Allah SWT pula yang menegaskan bahwa kita satu dengan yang lain adalah saling menjaga, melindungi dan membantu ? Firman-Nya:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain.” (QS. At Taubah : 71).

Jadi, amat mengherankan jika kita masih menjumpai sikap segelintir kaum muslimin yang terpengaruh propaganda negara-negara Barat, yaitu menyuarakan kebebasan dan kemerdekaan, keluar dari kesatuan negeri-negeri kaum muslimin. Sebagian dari mereka justru menjadi motor yang menggerakkan pemisahan Aceh, Irian Jaya, Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dll. Tidakkah mereka melihat bagaimana yang dialami Timor Timur setelah terpisah dari kesatuan negeri kaum muslimin, menjadi boneka permainan negara-negara Barat untuk mencengkeramkan hegemoninya di kawasan Asia Tenggara ? Apakah juga kita tidak mengambil pelajaran dari kasus Bosnia dan Kosovo yang menjadi ‘permainan’ politik AS dan negara-negara Barat ?

Dengan memperhatikan kondisi kaum muslimin saat ini dan juga skenario yang diarahkan langsung oleh pihak-pihak Barat yang kafir untuk memecah-belah, menghancurkan dan menguasai kaum muslimin dimanapun berada, termasuk di Indonesia, maka sudah seharusnya kaum muslimin menyadari bahwasanya musuh utama mereka adalah kaum kafir dan negara-negara Barat kafir. Sudah seharusnya kaum muslimin melupakan dan menanggalkan perselisihan antar mereka dengan mengarahkan pandangan untuk menghadapi musuh kaum muslimin secara bersama-sama.

KHATIMAH

Seyogyanyalah umat menyadari bahwa musuh-musuh mereka yang hakiki adalah kaum kafir yang selalu mengintai dan berupaya untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin.

Kini umat harus menuntut para penguasa mereka untuk berkhidmat bagi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin. Antara lain, pemerintah mesti mengusir para Dubes negara-negara Barat yang amat sangat permusuhannya kepada Islam, seperti AS, Inggris, Australia, Perancis, Rusia dll; menutup Kedubes mereka, dan mengumumkan bahwa politik luar negeri dibangun atas dasar dakwah Islam dan jihad fi sabilillah!

Allah berfirman:

“Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS. Al Anfal 30).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: